Panduan Sederhana Cara Lapor PPh 22 Masa Kini

Masyarakat mana yang saat ini masih pusing mengerjakan tugas dan menghabiskan waktu di tengah perjalanan. Biasanya dalam mengurus semua hal dari mulai rana pendidikan, ekonomi, maupun lainnya dengan datang ke kantor atau pusat layanan. Namun, di era sekarang tak usah lagi anda cemaskan bagaimana cara menanggulangi hal-hal tersebut. Sekarang marak media sosial dan semuanya bisa dilakukan secara online, salah satunya adalah Cara lapor PPh 22.



Zaman yang terus berkembang ini menghasilkan sebuah produk online yang bisa dinikmati oleh siapa saja dan kapan pun. Anda sebagai warga Indonesia seharusnya bangga, dengan adanya produk online yang dihasilkan. Hal ini dikarenakan akan mempermudah aktivitas atau pekerjaan yang anda lakukan. Sebelum adanya perkembangan teknologi yang pesat, masyarakat banyak menghabiskan waktu di jalan untuk menuju suatu tempat yang dibutuhkan, atau menemui orang yang dibutuhkan. Hal tersebut tidak cocok bila dilakukan di masa modern seperti ini.

Adanya kemajuan teknologi ini akan menyederhanakan atau memudahkan aktivitas, di lain sisi pun bisa menghemat ongkos. Namun adanya fasilitas tersebut harus diimbangi dengan pembayaran pajak. Seperti halnya seperti atau pemanfaatan gedung-gedung atau tempat umum lainnya. Terdapat berbagi macam jenis pajak, salah satunya adalah pajak penghasilan atau PPh. PPh ini telah diatur dalam peraturan resmi yakni undang-undang Negara. Hal ini pun mewajibakan seluruh masyarakat wajib membayar pajak.

Dalam undang-undang pun terdapat berbagai pasal yang menerangkan PPh. Salah satunya adalah PPh pasal 22 yang mengatur terkait impor, perhitungan, dan pelaporan pajak. Anda bisa mempelajari hal tersebut diberbagai sumber. Sumber yang mudah dan cepat dijangkau adalah internet. Di dalam ineternet anda akan mengetahui berbagai macam informasi terkait PPh pasal 22 ini. Anda diharuskan dapat menyaring antara informasi benar dan salah. Pasalnya ketika berbicara soal pajak dan menyangkut uang pastinya harus lebih teliti.

Ketahui Apa Itu PPh 22 Beserta Objeknya

Anda yang seorang pebisnis atau pengusaha, atau pemilik perusahaan, atau bahkan pemodal pastiya harus mengetahui banyak terkait masalah pajak. Hal ini dikarenakan adanya peraturan yang mengatur keluar masuk penghasilan maupun pendapatan. PPh pasal 22 ini biasanya mengatur wajib pajak pada badan usaha tertentu. Tidak semua badan usaha terikat dengan PPh pasal 22 ini. Biasanya badan usaha yang terikat dengan peraturan ini adalah badan usaha plat merah dan badan usaha swasta yang melakukan kegiatan impor dan ekspor.

Berdasarkan peraturan undang-undang tahun 2008 nomor 36 pasal 22 tentang pajak penghasilan, merupkan pajak yang berbentuk pemotongan atau pemungutan pajak yang dilakukan dan diwajibkan oleh satu pihak yang memiliki kegiatan terkait dengan perdagangan. Di dalam PPh pasal 22 ini terdapat berbagai macam objek yang disoroti. Yakni impor dan ekspor, pembayaran atas pembelian, pembayaran atas pembelian barang kepada pihak ketiga, pembayaran atas pembelian barang untuk BUMN, kemudian terdapat penjualan hasil produksi kepada distributor.

Dalam PPh ini yang dimaksud impor dan ekspor barang adalah kegiatan yang mengimpor dan mengekspor barang dilakukan dengan cara mengeksportir dan dikenakan PPh pasal 22. Barang-barang tersebut meliputi tambang batu bara, mineral logam, dan mineral bukan logam. Dari komoditas sumber daya alam tersebutlah usaha impor maupun ekspor akan dikenakan PPh pasal 22.

Kemudian terdapat pembayaran atas pembelian barang yang biasanya dilakukan oleh bendahara pemerintah dan kuasa pengguna anggran atau KPA sebagai pemungut pajak. KPA memungut pajak kepada pemerintah pusat, daerah instansi atau lembaga pemerintah, dan lembaga-lembaga negara lainnya. Hal ini biasanya sebagai bentuk untuk memenuhi fasilitas umum. Ada pula pembayaran atas pembelian barang yang dilakukan dengan mekanisme uang persediaan atau UP dan biasanya dilakukan oleh bendahara pengeluaran.

Pembayaran atas pembelian barang kepada pihak ketiga biasnaya menggunakan mekanisme pembayaran langsung atau LS oleh KPA. Ada pula pejabat penerbit suarat pemerintah membayar yang diberi delegasi oleh KPA. Kemudian pembelian barang untuk BUMN ini berkaitan dengan keperluan kegiatan usaha, maka dari itu dikenai PPh 22. Objek PPh selanjutnya adalah penjualan hasil produk kepada distributor biasanya dikenakan untuk industi. Dimana industri tersebut memberikan distributor di dalam negeri. Salah satunya adalah industr semen, kertas, baja, otomotif, dan masih banyak lainnya.

Ada pula penjualan kendaraan bermotor yang dikenakan PPh 22. Penjualan yang dikenakan pasal 22 ini adalah penjualan dalam negeri. Contoh seperti agen tunggal pemegang merek atau ATPM, agen pemegang merek atau APM, kemudian importer umum kendaraan bermotor. Selain objek yang harus anda ketahui sebagai pelaku PPh 22, anda harus mengetahui Cara lapor PPh 22 yang lebih mudah dan sederhana. Hal ini akan mempermudah dan mempersingkat pekerjaan yang anda lakukan.

Lapor PPh 22 Dengan Online

Ada pun tata cara pelaporan pajak online biasanya menggunakan e-filing pajak. Apakah anda mengetahui E-filing pajak?. E-filing ini adalah cara untuk mempermudah  pelaporan surat pemberitahuan tahunan atau SPT yang dilakukan secara elektronik dan cepat. Pelaporan ini dilakukan melalu website direktorat jenderal pajak atau DJP secara online. Anda tak perlu khawatir karena E-filing ini telah dilindungi secara hukum oleh pemerintah.

Dalam E-filing pajak ini memiliki batas waktu setiap jenis PPh. Pada PPh 22 ini memiliki batas waktu hingga hari kerja terakhir minggu berikutnya atau lebih jelasnya seseorang yang terikat dengan pajak jenis ini akan melapor setiap minggunya. Di dalam SPT yang dimiliki pun berbeda. Biasnya PPh usaha pribadi tenggat waktunya adalah akhir bulan setalah berakhirnya tahun atau bagian tahun pajak. Sedangka PPh untuk badan yaitu akhir bulan setalah berakhirnya tahun atau bagian tahun pajak. Denda masing-masing SPT pun berbeda-beda menurut jeninya, biasanya 500.000 hingga 1.000.000 rupiah.

Agar anda dapat melakukan E-filing, anda pun harus memenuhi syarat salah satunya adalah EFIN/nomor identitas elektronik, dokumen elektronik/SPT elektronik, dan akses ke web e-filing atau telah terdaftar di online pajak. EFIN dibutuhkan agar seorang yang memiliki kewajiban wajib pajak bisa dilakukan secara online. Namun jika wajib pajak sebelumnya telah memiliki EFIN dan sertifikat elektronik E-faktur, wajib pajak tidak perlu melakukan pengajuan permohonan EFIN lagi. Namun bagi anda yang belum mrmiliki EFIN anda dapat mengajukan nomor identitas elektronik ini dengan sangat mudah.

Online pajak ini memiliki tujuan untuk membantu mengurus dan melaporkan pajak secara online. Cara lapor PPh 22 akan terasa mudah jika terdapat media online yang mewadahi terutama dala hal SPT. Fitur yang disediakan aplikasi ini pun begitu mudah dinikmati dan memiliki fitur impor data yang akan mempermudah anda dalam mengunggah data yang ingin dikirim. Hanya memerlukan koneksi internet yang aman dan cepat, anda bisa menikmati transaksi PPh dengan lancar dan mudah.


Related Posts

Post a Comment