Peserta Komunitas D4F Bakal Lapor Polisi!

On 2:26 AM with 1 comment

Peserta Komunitas D4F Bakal Lapor Polisi !

Bukan hanya kabar semata saja, ternyata korban Bisnis Investasi bernama Dream For Freedom (D4F) semakin bermunculan. Tak tanggung-tanggung, kerugian pun mencapai jutaan rupiah. Seperti yang dialami peserta D4F bernama Reni Yuslinda (38) warga Padang Serai Kota Bengkulu ini. Ia mengaku bahwa modal awal investasi sebesar Rp 10 juta, belum semuanya kembali dari bonus yang telah dijanjikan oleh D4F tersebut. Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp 6 juta, karena dari bonus yang didapat selama mengikut sejak bulan Agustus 2015 tidak didapatkan sepenuhnya.

Parahnya lagi, akun yang ia miliki kini sudah tidak aktif kembali, sehingga bonus dan modal awal tidak bisa didapatkan. Oleh karena itu, ia berencana akan melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian.

“Sudah hampir 2 bulan ini, akun saya sudah tidak bisa digunakan. Saya hubungi kepada pihak D4F, semua tidak mau menanggapi sampai saat ini. Jangankan utung bonus, modal saya saja tidak kembali,” ujar Reni saat dikonfirmasi BE, kemarin.

Bukan hanya modal saja yang tidak kembali, janji bonus aktif dan bonus pasif juga tidak dapat didapatkan wanita yang berkeja disalah satu prusahaan swasta di Kota Bengkulu ini.

“Biasanya, bonus pasif, aktif hingga sponsor kita dapatkan. Tapi ternyata, hal itu tidak saya dapatkan kembali, setelah akun saya mati,” ucapnya.

Reni menjelaskan bahwa kejadian matinya akun login D4F tersebut berawal dari sejak Bulan Desember 2015 lalu. Karena pada saat menjelang tahun baru, D4F melakukan penghentian aktiftas pengambilan bonus. Setelah sekitar 1 minggu berlalu, akhirnya D4F kembali lancar kembali dalam melakukan transaksi bonus kepada peserta D4F. Hal ini berbeda yang dialami oleh Reni, bahwa ia mengaku tidak kembali mendapatkan bonus. Sehingga pihak D4F menyarankan untuk Reni mengganti rekening BRI menjadi Rekening Bank Mandiri. Setelah mengganti rekening tersebut, ternyata bonus yang telah dijanjikan D4F tersebut tidak kembali didapatkan.

“Sudah kita ganti rekeningnya, tapi masih tetap saja bonusnya tidak masuk. Secara mendadak, akun saya juga diblock tidak bisa digunakan lagi. Kita laporkan juga tidak ada tanggapan,” terangnnya.

Mengetahui, akunnya tidak bisa digunakan, Reni tak tinggal diam. Pihak perekrut Reni juga terus dihubungi. Namun pihak D4F tetap saja tidak memberikan solusi atas permasalahan tersebut. Hanya saja, pihak D4F memberikan tanggapan untuk bersabar dan menunggu untuk dilakukan perbaikan.

“Katanya mau diperbaiki, tapi setalah kembali dihubungi tidak ada tanggapan. Telepon saya tidak diangkat dan sms saya tidak dibalas, sampai sekarang,” tambah Reni.

Dengan hal tersebut, Reni yang saat ini masih berada di Kota Padang Sumatera Barat tersebut, akan memusyawarahkan kepada keluarga demi melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian. Bila semua telah mendukung untuk melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian, maka Reni akan segera membawa hal ini ke jalur hukum.

“Mau kita musyawarahkan dulu, kalau solusinya hanya itu. Kita akan pulang ke Bengkulu untuk melapor ke polisi. Karena saya dirugikan, dengan tidak mendapatkan bonus yang dijanjikan itu,” tandasnya. (151)




1 komentar:

kalo lapor ke upline, upline pun tidak memberi tanggapan atau slow respon, karna kadang mereka juga upline tersebut gak tau. kantor pusat nesia ada di jakarta, silahkan lapor ke founder atau admin langsung, atau bisa langsung ke kantor APL Tower 26th Floor, Suite 3-5.
Jl. Letjend. S. Parman Kav. 28, Jakarta Barat 11480

Tambahkan Komentar Anda Untuk Berita ini...