Berita Terbaru

Berita Terbaru
close
Kasus Ahok, Kapolri Klaim Buat Diskresi

On 12:35 AM with No comments


Jakarta, Liputan News - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengklaim, sudah membuat tindakan khusus di luar aturan baku yang ada dalam kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama, alias Ahok.

Menurutnya, langkahnya itu tidak sesuai dengan telegram rahasia (TR) dari Kapolri sebelumnya.

"Aspirasi publik, tuntutan publik, kelompok-kelompok yang menuntut ini sedemikian kuat. Saya diskresi tanpa perintah siapa pun, intervensi siapa pun, memerintahkan Kabareskrim gulirkan penyelidikan," kata Tito dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) di tvOne, Selasa 8 November 2016.

Tito pun menjelaskan, telegram rahasia dari Kapolri sebelumnya itu. Dia menuturkan, ada dua TR yang bersifat perintah dalam rangkaian Pilkada untuk menghindari politisasi kasus, dan menjaga netralitas Polri.

"Jangan sampai Polri dipakai menjatuhkan pasangan calon, misalnya ada pihak yang melaporkan," ujar Tito.

Tito mengemukakan, situasi politisasi kasus itu terjadi setidaknya pada 2013 dan 2015. Saat itu, banyak laporan masuk ke polisi mengenai dugaan pelanggaran hukum dari pasangan calon.

"Macam-macam, ada ijazah palsu, kasus-kasus lain seperti dugaan korupsi. Kalau dilaksanakan proses hukum, akan merugikan pasangan calon," ujarnya.

Tito menambahkan, kebijakannya itu bukan tanpa risiko, karena ada 101 daerah yang turut melaksanakan Pilkada Serentak 2017. Apabila, satu kasus digulirkan, maka akan menjadi preseden.

"Orang bisa melaporkan pasangan calon, ijazah palsu macam-macam, yang lain bisa terjadi. Pilkada Jakarta ada tiga pasang calon, satu dilaporkan, satu diproses, kalau ada laporan lain? Apapun juga (kasus Ahok) sudah digulirkan. Dalam rangka untuk menangkap aspirasi ini. Saya sudah menjelaskan ini," tutur Tito.

Sumber : Posmetro.info
Panglima TNI Mendadak Membuat Pernyataan Mengagetkan, "Tidak Takut Dipecat"

On 12:24 AM with No comments


Jakarta, Liputan News,
MENDADAK PANGLIMA TNI MEMBUAT PENYATAAN MENGAGETKAN, TIDAK TAKUT DI PECAT, ADA APA ?

PanglimaTNI : saya siap lahir bathin jika jabatan saya akan di copot menjadi panglima.

Pagi tadi selesai apel di DENMABES TNI beliau mengumpulkan para PATI, PAMEN dan PRAJURITNYA.

Pada JAMDAN yang di laksanakan pagi tadi panglima mengutarakan unek-uneknya setelah mendengar isu bahwa beliau akan di ganti..

Dalam arahannya Panglima mengatakan bahwa segala jabatan mempunyai resiko yang wajib kita terima konsekuensinya, dan siapapun pengganti saya nantinya wajib menjaga kepercayaan masyarakat terhadap TNI,pungkasnya.

Panglima mengatakan,
KEHORMATAN LEBIH PENTING DI BANDINGKAN JABATAN, SAYA TIDAK AKAN MENJUAL HARGA DIRI DEMI JABATAN SEMATA.
SAYA ADALAH PRAJURIT NKRI.

pada saat itu juga para prajurit berserok dengan semangat dan melakukan yel-yel SIAPA KITA,

#NKRI_HARGA_MATI, Ada apa dgn Jokowi, Sebarkan kawan !!!

Sumber : Posmetro.info
Inilah Hasil Pemeriksaan Ahok Di Bareskrim Hari Senin

On 11:53 PM with No comments


Jakarta, Liputan News - Hasil Pemeriksaan Ahok yang dilakukan hari Senin kemaren pagi sekitar jam 08 : 00 WIB, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok akan menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polda Metro Jaya atas ada laporan dugaan Penistaan agama yang dilakukannya saat tengah melaksanakan pidato dinas di Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu. Ahok datang ke Barsekrim dengan didampingi jubir sekaligus tim suksesnya, Ruhut Sitompul yang juga memang mempunyai profesi atau background sebagai kuasa hukum. Kehadiran Ahok sendiri yaitu buat penuhi panggilan dari pihak Kepolisian guna dimintai info.

Hasil dari pemeriksaan Ahok dibutuhkan sebagai salah satu sistem guna melengkapi berkas perkara sebelumnya nanti masuk ketahap gelar perkara yang berdasarkan rencana akan dilakukan secara terbuka buat umum. Hal itu di ambil guna bisa memberi kepuasan dan ke transparanan pada seluruh pihak. Sehingga, apapun hasil dari sidang kelak harus bisa di terima dengan besar hati, baik itu buat yang pro Ahok, ataupun untuk pihak yang bersebrangan.

Gelar perkara terhadap Ahok ini, menunjukan kepada halayak raimai jika pihak Kepolisian memang senantiasa bertindak transparan dan profesional. Untuk itu, pihak Kepolisian menghimbau kepada masyarakat guna tetap bersabar serta jangan mudah untuk terprovokasi dari pihak-pihak yang tak bertanggung jawab. Mengingat, permasalahan seperti ini terbilang sangat riskan guna dapat ditunggangi oleh sekumlah pihak yang tidak bertanggung jawab.

Sejauh ini, sekurang-kurangnya telah ada 20 saksi yang sudah di check buat diperintahi info berkenaan laporan itu. Polri menyebutkan, pihaknya masih melaksanakan pemeriksaan secara simultan, termasuk juga memutarkan rekaman video ketika Ahok melakukan sosialisasi program di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016.

“Ada beberapa kontrol disini berkenaan dengan kejadiannya seperti apa, pastinya beberapa orang yang ada di TKP dari berbagai sudut, baik yang di depan, samping kanan, serta lain sebagainya. Lalu pemeriksaan pada videonya secara forensik, serta diputar kembali pada orang-orang yang melihat serta mendengar. Apa sudah sesuai atau belum, ” tutur Agus.

Lewat Kadiv Humas Polri, Boy Rafli Amar, pemanggilan terhadap saudara Ahok ini hanyalah salah satu proses untuk dapat mengumpulkan alat bukti. ” Kita tengah berupaya menyelesaikan penyelidikan serta pengumpulan alat bukti buat memastikan status hukum saudara Basuki Tjahaja Purnama, ” tuturnya. Tahapan tersebut diambil guna dapat mengumpulkan alat bukti yang cukup sebelum masuk keproses gelar perkara.

Maka dari itu, ia menghimbau kepada masyarakat untuk senantiasa bersabar, lantaran guna masuk ketahap gelar perkara. Sebelumnya musti harus melalui sejumlah tahapan yang memang harus dijalani, seperti proses pemeriksaan seperti ini. Selain itu, pihak yang berwajib juga nampaknya bakal memeriksa pihak dari MUI sendiri guna dapat dimintai keterangan. Dan hal tersebut nampaknya bakal dijadwalkan pada Selasa depan, dengan KH Ma’ruf Amin yang dalam hal ini bakal dimintai keterangannya.
NGERI BACANYA: Bahaya Besar Mengancam Bangsaku Indonesia

On 11:16 PM with No comments


POLITIK - Hari ini saya dikejutkan oleh sebuah berita yang dimuat oleh salah satu media online, dalam dada ini ada kengerian dan kecemasan besar sewaktu membaca tulisan itu, entah itu benar atau tidak tetapi sebagai anak bangsa ini yang masih memiliki jiwa nasionalis rasanya membaca tulisan itu sungguh mengerikan.

Dapat saya bayangkan akan seperti apa inndonesia kedepan entah itu sepuluh atau dua puluh tahun lagi dikala anak cucu kita sudah waktunya untuk mewarisi bangsa ini.

Akan sangat merasa berdosa jika apa yang saya baca pagi ini tidak saya bagikan kepada anda yang masih peduli dengan kelangsungan Bangsa ini kedepan karena saya menaganggap ini hal yang sangat penting untuk diungkap ke publik dimana sebuah skenario dan konspirasi besar dari kaum pendatang untuk tuan rumah di negerinya sendiri.

Dalam tulisan ini saya tidak akan mengurangi atau menambahkan sedikit apapun tulisan dengan tujuan agar anda juga mendapatkan informasi ini secara utuh.

Baiklah akan saya kopikan saja seluruhnya secara utuh seperti dibawah ini:

Judul : BACA! Indonesia Dalam Bahaya Besar, Ini Rencana China Jadikan Indonesia Kolonisasi
Pewarta : Pos metro.info.
Tanggal : 17 April 2016

ISI BERITA :

“Indonesia Dalam Bahaya Besar: Rencana Keluarga Mochtar Riady & Kelompoknya” by @GheMax

Sekitar akhir tahun 1999 atau awal tahun 2000, diadakan rapat orang-orang Tionghoa di Universitas Atmajaya, kawasan Semanggi Jakarta.

Diprakarsai oleh Mochtar Riady dan anaknya, James Riady.

Inti dari rapat tersebut adalah bahwa penduduk di China daratan sudah mencapai hampir dua milyar orang.

Dan membutuhkan suatu negara untuk dijadikan kolonisasi (mirip jajahan).

Salah satu pilihannya adalah negara Indonesia.

Karena Indonesia termasuk luas wilayahnya, subur, kaya, dan rakyatnya relatif gampang dibodohi

Strateginya adalah …

1. Membuat kompleks perumahan sepanjang bibir pantai laut Jawa.
Fungsinya supaya mudah menyelundupkan barang, dan yang paling penting adalah menyelundupkan orang dari China daratan melalui laut.

Langsung ke bawah kolong rumah-rumah mereka yang berada di bibir pantai.

Rumah-rumah tersebut juga berguna sebagai basis pertahanan, bila terjadi kerusuhan nanti.

Mereka bisa langsung melarikan diri ke laut dengan speed boat yang stand by di kolong rumahnya.

Perhatikan dan lihatlah bentuk perumahan di Pluit, Pantai Indah Kapuk, Pantai Mutiara, Ancol.

2. Merubah UUD 1945, terutama pasal tentang Presiden harus Pribumi Asli, diganti.
Cukup hanya dengan syarat bahwa yang penting Presiden harus berkewarganegaraan Indonesia.Tidak harus Pribumi Asli.

Maka orang keturunan Tionghoa atau keturunan China bisa berpeluang menjadi Presiden di Indonesia.

Memasuki tahun 2000-an, kita sering melihat di mall-mall banyak sekali counter berukuran 2×2 m2 dijaga oleh 5-6 orang China.

Yang bisa berbahasa Indonesia hanya 1 orang saja.

Sisanya sedang belajar bahasa Indonesia, sambil menyesuaikan diri dengan lingkungan.

Kini setelah jokowi jadi presiden dan ahok menjadi gubernur DKI, mereka tidak ragu-ragu lagi.

Dan tidak malu-malu lagi untuk menawarkan barang dagangan mereka, langsung dengan menggunakan bahasa China.

Jadi sebenarnya Jokowi itu siapa, bagi orang China?

Pasal tentang syarat menjadi Presiden Indonesia di UUD 1945 sebenarnya telah mengalami amandemen (perubahan) pada tahun 2002.

Jadi, presiden RI nanti tidak harus suku pribumi Indonesia asli.

Perlu diingat, bahwa koloni keturunan China telah berhasil merampas Singapura menjadi kolonisasi mereka.

Dan menjadikan suku asli di Singapura, yaitu suku Melayu, sebagai warga kelas 2.

Dan perlu diingat juga, di tahun 1969-1970 etnis keturunan China pernah membuat kerusuhan di Malaysia.

Melakukan pembantaian terhadap orang-orang keturunan Melayu di Malaysia.

Mereka ingin menjadikan Malaysia sebagai Singapura ke-2.

Sumber : wikipedia.

Kerusuhan etnis China di Malaysia berhasil dipadamkan.
Perdana Menteri Malaysia meminta bantuan kepada Presiden Soeharto untuk memadamkan pemberontakan etnis China tersebut.

Presiden Soeharto mengirim seseorang bernama Pitut Suharto, ahli intelijen.

Untuk bersama-sama tentara Malaysia mengakhiri pemberontakan etnis China di Malaysia.

Pernah juga pada suatu hari menjelang Idul Fitri 2015.

Terjadi kerusuhan antara etnis Melayu dan etnis China di sebuah mall di Malaysia.

Sumber : liputan6

Sejumlah pihak khawatir kerusuhan dilandasi sentimen ras yang merupakan masalah peka di Malaysia,.

Hal ini tidak banyak dipublikasikan oleh media massa Malaysia, yang memang dikuasai oleh konglomerat China.

Kini di Indonesia, tinggal selangkah lagi JABODETABEK di-Singapura-kan.

a) Merancang JABODETABEK menjadi megapolitan. Dengan bantuan 5 pengembang besar:
Agung Sedayu, Agung Podomoro, Summarecon, Lippo Group, dan Sinarmas,
mereka membangun apartemen, rusunami, dan rusunawa.

Memang harga dan ongkos sewanya murah, namun biaya maintenance-nya tinggi. Biaya hidup juga tinggi.

Sehingga orang pribumi tidak bisa hidup di JABODETABEK megapolitan.

Kemudian apartemen rusunami dan rusunawa diisi oleh orang-orang Tionghoa. Tinggallah orang pribumi jadi babu, satpam, OB, dan supir.

Semua bukti menyatakan kebenaran pernyataan ini.

Apalagi setelah Ahok merencanakan penggusuran 130 titik pemukiman pribumi di DKI Jakarta.

Dan berniat belajar pada Singapura bagaimana cara membangun kota.

Program ini juga dimuluskan oleh Jokowi dengan langkah-langkah nyata yang lebih besar.

b) Memiskinkan rakyat Indonesia dengan berbagai cara.
Terutama deregulasi serta memudahkan persyaratan untuk membuat pasar-pasar modern.

Pasar-pasar tradisional hancur berantakan dan pribumi mati kelaparan.

c) Bekerja sama dengan pemerintah China dalam segala bidang, dan menggantikan peran Amerika di Indonesia selama ini.

Menjual atau menggadaikan aset-aset nasional Indonesia yang vital kepada pihak China.

d. Memasukkan buruh-buruh China berbadan kekar, karena mereka adalah tentara China.
Keadaan ini mirip saat Jepang akan menyerbu Indonesia.

Mereka terlebih dulu memasukkan orang Jepang ke Indonesia, yang kelak bertugas untuk menyambut dari dalam, saat terjadi ekspansi.

e) Membiarkan kapal Induk Republik China bersandar di Natuna melalui laut China Selatan, yang berniat mencaplok Kepulauan Natuna.

Dengan cara mengklaim bahwa kepulauan tersebut milik China.

f) Jokowi secara sengaja membuat ekonomi dan politik Indonesia carut marut.

Untuk membuat pribumi semakin hancur berantakan, banyak pengangguran, dan jumlah orang miskin semakin besar.

Orang semacam Ahok bukanlah tanpa sengaja untuk membuat kebijakan serta bertingkah laku yang memuakkan.

Karena dia ingin memancing amarah pribumi, agar rencananya segera terlaksana.

Sekarang terserah bangsa ini maunya apa?!

Melawan atau membiarkan angkara murka merajalela.

Nah dengan melihat sebuah rencana besar itu maka pertanyaanya adalah, Masih Adakah Sedikit Tempat Didalam Hatimu Nasionalisme Jika Kamu Adalah Bagian Dari Rencana Besar China Itu???

Silahkan Jawablah Dengan Hatimu..!!

Mungkin diantara anda menganggap saya terlalu Rasis dalam soal ini dan entah anggapan buruk lainya yang kau sematkan kepadaku,tapi ketahuilah tulisan ini saya muat ulang karena masih ada setitik Nasionalisme dalam hatiku.

Tidak ada cara lain bagi kita selain dengan cara kembali kepada pesatuan indonesia sebelum semua terlambat,ingatlah mungkin seandainya tulisan ini benar-benar terjadi mungkin saja kita sudah meninggalkan bumi pertiwi ini namun tidakkah anak cucu kita yang akan mewarisi segala kondisi negeri ini..??

Mari kita bersatu kembalikan kejayaan Indonesia sebagai negara yang berdaulat dari segala sisi, ideologi dan ekonomi dengan berdiri dikaki sendiri...!!

Sumber: Posmetro.info
Alumni HMI Dorong Kasus Dugaan Penistaan Agama Diusut Tanpa Intervensi

On 10:30 PM with No comments


Jakarta, Liputan News - Sekretaris Forum Silahturahmi Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Lintas Generasi, Adhel Setiawan, berharap pemeriksaan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama(Ahok) oleh Bareskrim Mabes Polri terkait kasus dugaan penistaan agama dilakukan tanpa intervensi pihak manapun.

Adhel justru meminta polisi mengusut pelaku yang diduga memprovokasi dengan cara menyebarkan video pidato Ahok saat menemui warga di Kepulauan Seribu.

"Menolak segala macam tekanan dan intervensi dari pihak manapun," kata Adhel, melalui pernyataan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (6/11/2016) sore.

Adhel menuturkan, pemeriksaan Ahok harus diapresiasi sebagai bentuk keseriusan polisi dalam menindaklanjuti laporan masyarakat. Adapun pemeriksaan Ahok oleh Bareskrim Mabes Polri rencananya akan dilakukan Senin (7/11/2016).

Namun, kata Adhel, pemeriksaan terhadap Ahok harus dihentikan apabila tidak memenuhi unsur penistaan agama.

"Melaksanakan proses penyidikan dengan mengedepankan asas-asas hukum pidana, seperti melihat apakah ada niat jahat dari Ahok yang ingin menistakan agama," ujar Adhel.

Sikap Forum Silahturahmi Alumni HMI Lintas Generasi ini berbeda dengan sikap Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang turut dalam demo 4 November. Demonstrasi tersebut dilakukan sejumlah organisasi masyarakat (ormas) yang meminta Ahok diproses hukum karena diduga menistakan agama.

Saat demo berlangsung di depan Istana Merdeka, ada sekelompok massa yang membawa bendera HMI terlibat saling dorong dengan polisi.

Aksi saling dorong itu coba dicegah massa Front Pembela Islam (FPI) dan ormas Islam lainnya yang membantu polisi untuk tetap menenangkan massa HMI.

Massa FPI membuat blokade hidup membentengi polisi.

"Sudah, HMI jangan rusuh. Tenang," teriak massa FPI di depan Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (4/11/2016).

Situasi itu tidak berlangsung lama. Massa HMI kemudian menarik mundur dan menenangkan diri.

Tak lama, kericuhan kembali terjadi. Polisi menembakkan gas air mata ke kerumunan massa yang membawa bendera HMI.
Ahok Akan Diperiksa Bareskrim, Tak Ada Pendampingan dari Timses

On 10:12 PM with No comments


Jakarta, Liputan News - Gubernur DKI non-aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan memenuhi panggilan Bareskrim Polri besok. Timses Ahok-Djarot bidang advokasi dan hukum menyebut bahwa Ahok kemungkinan akan datang sendiri tanpa didampingi.

"Saya pikir karena ini pemeriksaan sebagai saksi ya masih relatiflah. Masih bisa sendiri. Sementara ini belum ada (pendampingan untuk Ahok) besok," ujar timses Ahok-Djarot bidang advokasi dan hukum, Pantas Nainggolan saat dihubungi detikcom, Minggu (6/11/2016).

Senada dengan Pantas, anggota timses Ahok-Djarot bidang advokasi dan hukum Rian Ernest juga mengatakan kemungkinan tidak ada pendampingan untuk Ahok dalam proses pemeriksaan di Bareskrim Polri besok.

"Enggak ada kayaknya," ujar Rian melalui pesan singkat.

Ahok sebelumnya telah menyatakan siap untuk diperiksa oleh Bareskrim Polri terkait kasus dugaan penistaan agama surat Al-Maidah ayat 51.

"Senin katanya (pemanggilan untuk pemeriksaan di Bareskrim Mabes Polri). Mungkin pagi. Saya belum lihat jamnya," kata Ahok usai blusukan di Pejaten Timur, Jakarta Selatan, Kamis (3/11/2016).

Ahok mengatakan, kedatangan dirinya untuk diperiksa oleh Bareskrim Mabes Polri sebagai kewajiban warga negara yang taat pada hukum. "Warga negara yang baik, kalau dipanggil harus datang. Wajib," kata Ahok.
Ternyata Guru Besar Maha Guru Dimas Kanjeng Ada yang Pengemis dan Pemulung

On 9:54 PM with No comments


Surabaya, Liputan News - Ketujuh maha guru Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang diagung-agungkan pengikutnya, ternyata bukanlan orang pintar atau punya ilmu agama yang mahir.

Mereka punya latar belakang yang memprihatinkan. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Argo Yuwono menjelaskan, beberapa di antaranya merupakan pengemis, gelandangan, pemulung dan penjual kopi di Jakarta.

“Tujuh maha guru itu direkrut Vijay atas perintah Taat Pribdi. Mereka tidak memiliki pekerjaan tetap, ada yang jadi gelandangan dan penjual kopi,” ucap Argo, Minggu (6/11/2016)

7 Maha Guru Dimas Kanjeng

Sebelum direkrut Vijay, ketujuh maha guru tinggal di rumah-rumah petak kawasan Tomang Jakarta Barat.

Mereka sengaja direkrut untuk mengelabuhi para pengukut Dimas Kanjeng dan tertarik bergabung. Selanjutnya menyetorkan uang ke Dimas Kanjeng.

Guna meyakinkan pengikutnya, pria yang semuanya berjengot ini diberi jubah dan sorban layaknya seorang kyai atau ulama. Perannya sebagai tokoh spiritual dalam acara seminar yang digelar di Jakarta.

Ketujuh maha guru yang ditangkap di Jakarta, selanjutnya diterbangkan dan tiba di Surabaya pada Minggu (6/11/2016) .

Ketujuh maha guru dari Taat Pribadi yang ditangkap, yakni Ratim Alias Abah Abdurrohman, Abdul Karim alias Abah Sulaiman Agung, Murjang alias Abah Naga Sosro, Marno alias Abah Kholil, Acep alias Abah Kalijogo, Sadeli Alias Entong dan Sutarno alias Abah Sutarto.
Kapolri Sebut Ahok Bisa Jadi Tersangka

On 9:45 PM with No comments


Jakarta, Liputan News - Bareskrim Polri segera menggelar perkara kasus dugaan penistaan agama yang melibatkan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Jika hasil gelar perkara menyimpulkan kasus pidana, maka status hukum penyelidikan naik menjadi penyidikan.

"Berisi unsur pidana atau tidaknya kita akan gelar perkara. Kalau ini pidana, maka status hukum dinaikkan menjadi penyidikan. Kalau penyidikan, maka terlapor bisa jadi tersangka," ujar Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dalam keterangan persnya di Istana Negara, Sabtu (5/11/2016).

Tito menjelaskan polisi akan memberikan kesempatan yang sama, baik pihak pelapor atau terlapor, untuk menghadirkan saksi atau ahli.

"Nanti kita undang saksi ahli yang diajukan pelapor, kita juga akan hadirkan saksi ahli dari yang dihadirkan penyidik, umumnya dari akademisi mulai dari UI, UGM, Undip, dan lain-lain," dia memaparkan.

Sementara, lanjut Tito, jika dalam gelar perkara tidak ditemukan adanya unsur pidana. Maka kepolisian akan menghentikan perkara dugaan penistaan agama tersebut sesuai aturan hukum yang berlaku.

"Tapi kalau tidak ada pidana tentu kita akan konsisten melakukan sesuai hukum kita, yakni kasus ini dihentikan. Kecuali jika ada bukti-bukti baru," Kapolri memungkasi.
Arema Menang Telak Atas Surabaya United dengan Skor 3-0

On 9:42 PM with No comments


MALANG, Liputan News - Arema Cronus tampaknya tidak terlalu kesulitan untuk mengatasi permainan tim sesama Jawa Timur, Bhayangkara Surabaya United (BSU) pada pekan ketiga kompetisi Indonesia Soccer Championship A 2016.

Klub berjuluk Singo Edan ini menang telak 3-0 atas The Aligator, julukan BSU di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Malang, Minggu (15/5/2016).

Keran gol Arema dibuka lewat sepakan keras Srdan Lopicic pada menit ke-11 di dalam kotak penalti.

Tertinggal satu gol, klub asuhan Ibnu Graham itu langsung mencoba mengambil inisiatif menyerang, namun selalu kandas sampai babak pertama berakhir.

Pada babak kedua, Arema kembali unggul cepat lewat gol yang dicetak oleh Sunarto pada menit ke-51.

Unggul dua gol tidak mengendorkan serangan Arema ke jantung pertahanan BSU.

Selang 11 menit kemudian, Arema memperbesar keunggulannya atas BSU lewat gol pemain barunya asal Australia, Giron Marulanda Gustavo.

Sampai peluit babak kedua berakhir, Arema berhasil menang dengan skor telak 3-0 atas BSU.
Korban Tewas Miras Oplosan di Bantul dan Kota Yogya 10 Orang

On 9:36 PM with No comments


Bantul, Liputan News - Korban tewas akibat miras oplosan di Kabupaten Bantul dan Kota Yogyakarta bertambah. Sebelumnya ada 9 orang, kini bertambah menjadi 10 orang termasuk salah satunya anggota TNI.

"Ia benar sekarang 10 orang, Bantul 8 orang dan Kota Yogya 2 orang,"kata Kasatreskrim Polres Bantul AKP Anggaito Hadi Prabowo, Minggu (15/5/2016).

Anggaito mengatakan tempat penjualan miras oplosan yang membuat korban bergelimpangan ini diduga di dua lokasi berbeda, yakni di daerah Banguntapan, Bantul dan Sewon, Bantul. Beberapa korban ada yang masih menjalani perawatan di rumah sakit. Korban tewas juga sempat di rawat di rumah sakit.

Polisi telah mengamankan dua orang penjual miras, salah satunya bernama Feriyanto telah ditetapkan sebagai tersangka. Polisi mengamankan barang bukti dari tersangka sebanyak 81 botol miras oplosan yang dikemas dalam botol air mineral.

Dari keterangan penjual yang telah diamankan, miras oplosan didapatnya dari penjual besar. Penjual besar inilah yang meracik miras oplosan yang kini diburu polisi.

Berikut data sementara 10 korban miras oplosan di Bantul dan kota Yogyakarta. Mereka meninggal sejak mulai hari Jumat (13/5) lalu. Mereka yakni; Budi Kahono (37), warga Demangan, Ponogaran, Jambidan, Banguntapan, Bantul. Sigit Purnomo (29), warga Genengan, Mertosanan Kulon, Potorono, Banguntapan, Bantul. Eko Purwoko (30), warga Salakan, Bangunharjo, Sewon Bantul. Gunawan (36), warga Randubelang, Salakan, Bangunharjo, Sewon, Bantul.

Pardiyo (41), anggota TNI AD asal Krondahan, Pendowoharjo, Sewon. Sujiyo (52), warga Mrican, Umbulharjo, Yogyakarta. Wahyudi (31), warga pacar, Timbulharjo, Sewon. Nurdin (32), warga Ngablak, Sitimulyo, Piyungan. Sudarno alias Kisud (46), warga Trayeman, Tambalan, Pleret, dan Sabri, warga Ponggalan, Umbulharjo, Yogyakarta.